reliability block diagram berlian ( bima,asa,fico )

Disusun Oleh :

1. Bima Ade Maulana 
2. Fico Tara Wilma 
3. Marandika Asa

Diagram blok reliabilitas (Reliability Block Diagram / RBD) adalah diagram untuk menunjukkan bagaimana keandalan sebuah komponen terhadap keberhasilan atau kegagalan suatu sistem yang kompleks. RBD juga dikenal sebagai diagram ketergantungan (Dependence Diagram).

      RBD atau DD digambar sebagai rangkaian blok yang terhubung dalam konfigurasi paralel atau seri.

1.      Konfigurasi Seri
Suatu sistem dapat dimodelkan dengan susunan seri, jika komponen-komponen yang ada didalam sistem itu harus bekerja atau berfungsi seluruhnya agar sistem tersebut sukses dalam menjalankan misinya. Atau dengan kata lain bila ada satu komponen saja yang tidak bekerja, maka akan mengakibatkan sistem itu gagal menjalankan fungsinya. Sistem yang mempunyai susunan seri dapat dikategorikan sebagai sistem yang tidak berlebihan (non-redundant system).
Nilai reliabilitas sistem (total) dirumuskan dengan:

Rs = R1 . R2 . R3 . ......Rn (2.7)
Dimana,
Rs = reliabilitas seri
Rn = reliabilitas komponen ke-n


Contoh Konfigurasi Seri 
( sumber : http://www.academia.edu/6570987/A_C_B_D_Gambar_2.4_sistem_seri-paralel_A_C_B_D_Gambar_2.5_sistem_paralel_-seri )

2.      Konfigurasi Paralel
Suatu sistem dapat dimodelkan dengan susunan parallel, jika seluruh komponen-komponen yang ada didalam sistem itu gagal berfungsi maka akan mengakibatkan sistem itu gagal menjalankan fungsinya. Sistem yang memiliki konfigurasi paralel dapat dikategorikan sebagai sistem yang sangat berlebihan (fully redundant system).
Nilai reliabilitas sistem dapat dirumuskan sebagai:

Rp = 1- [(1- R1) X (1- R2).....(1- Rn)] (2.8)
Dimana,
Rp = reliabilitas paralel


Contoh Konfigurasi Paralel 
( sumber : http://www.academia.edu/6570987/A_C_B_D_Gambar_2.4_sistem_seri-paralel_A_C_B_D_Gambar_2.5_sistem_paralel_-seri )

RBD dapat ditarik menggunakan saklar di tempat blok, di mana sakelar tertutup mewakili komponen kerja dan saklar terbuka mewakili komponen yang gagal. Jika jalur dapat ditemukan melalui jaringan switch dari awal sampai akhir, sistem masih bekerja.


Contoh RBD Sebuah Fire Pump System (sumber: Harry G. Kwatny, Drexel University)
                                                                           
3.      Konfigurasi campuran seri dan pararel
 Aliran logis dari diagram jaringan berasal dari node input pada sisi kiri diagram untuk node output pada sisi kanan diagram. Blok tersebut diatur dalam seri dan pengaturan paralel antara input sistem dan node output. Penting untuk dicatat bahwa dalam RBD modul, hubungan antara blok diarahkan. Ingatlah hal ini jika Anda biasanya membuat representasi koneksi diarahkan dari RBD up jaringan.




"Contoh sistem dapat berisi seri, paralel, atau kombinasi seri dan hubungan paralel untuk membuat up jaringan." 
( sumber http://analisakeandalanberlian.blogspot.co.id/p/21090112130035-bakhtiar-muhammad-rbd.html)






Komentar